Budaya Nusantara Digital


Latar Belakang

Pada awalnya, PANDI sebagai lembaga yang bergerak di bidang teknologi, internet, dan nama domain di Indonesia, memandang keragaman aksara nusantara merupakan warisan yang harus dikembangkan, bukan hanya dilestarikan. Oleh karena itu, PANDI merintis kegiatan digitalisasi aksara nusantara pada triwulan ketiga tahun 2019, kemudian dinamai “Merajut Indonesia melalui Digitalisasi Aksara Nusantara” (MIMDAN) yang diluncurkan pada tahun 2020. Kegiatan ini bekerja sama dengan UNESCO dan 25 lembaga budaya di Indonesia, yang terdiri dari unsur perguruan tinggi, pemerintah, serta komunitas aksara dan budaya. Salah satu tujuannya adalah agar aksara-aksara nusantara bisa diterapkan dalam berbagai device dan platform sehingga dengan mudah dikenali, dipelajari dan digunakan oleh masyarakat Indonesia secara luas. PANDI juga telah mengupayakan agar aksara nusantara yang telah mendapat standar UNICODE dapat menjadi nama domain dengan mendaftarkannya ke ICANN, yaitu lembaga internasional mengelola domain internet.

Sambutan pada program MIMDAN sangat baik. Dalam setahun ini, kegiatan aksara nusantara selalu menjadi topik pemberitaan media-media mainstream nasional. Adapun ujung tombak pengembangan aksara di ranah digital adalah para pegiat aksara nusantara itu sendiri, seperti dari Jawa, Sunda, Bali, Bugis, Batak, Rejang, Lampung, dan aksara-aksara lainnya. Merekalah yang sangat memahami aksara, sedangkan posisi PANDI hanyalah mitra yang mempertemukan para pegiat aksara untuk berkreasi di ranah digital.

PANDI telah mendorong berbagai kegiatan keaksaraan di beberapa daerah melalui kongres aksara Jawa, diundang sebagai pembicara di UNESCO, mengadakan acara webinar, simposium aksara Sunda dan Bali, perlombaan website, pengembangan aplikasi, pendaftaran ke ICANN, ikut berperan dalam kegiatan SEA-IGF (Southeast Asia – Internet Governance Forum), pengajuan ke Badan Sertifikasi Nasional, dan masih banyak kegiatan lainnya. Akan tetapi, sebagai lembaga yang fokus utamanya pada teknologi internet dan domain, PANDI tidak akan selamanya ikut mengembangkan aksara dan budaya. Oleh karena itu, perlu ada lembaga khusus yang meneruskan kegiatan ini sehingga akan terus berjalan meskipun tidak lagi didorong oleh PANDI secara langsung.

Pendirian Yayasan

Berdasarkan latar belakang di atas, pembentukan lembaga baru sangat diperlukan dalam pengembangan aksara dan budaya nusantara di ranah digital secara berkelanjutan. Lembaga tersebut tidak hanya meneruskan kegiatan yang dirintis oleh PANDI sebelumnya, melainkan akan menjadi wadah bagi para pegiat aksara di nusantara. Setelah aksara, kegiatan dapat dilanjutkan ke pengembangan bahasa daerah di media digital, pembuatan game budaya nusantara, dan pengembangan budaya nusantara digital lainnya.

Selama ini, para pegiat aksara dan budaya nusantara mengembangkan kreasinya atas dasar kecintaan mereka pada warisan leluhurnya. Hal ini patut dihargai dan perlu upaya lain agar anak-anak muda tersebut terus bersemangat menciptakan hal-hal baru dalam dunia digital, serta menularkan pengetahuannya kepada masyarakat.

Yayasan Budaya Nusantara Digital dibentuk untuk mewadahi kreativitas anak-anak muda dalam mengembangkan budaya nusantara digital. Maka sebagai bentuk penghargaan, mereka akan diminta menjadi pengurus yayasan. Dengan demikian semua pengurus dan pengawas yayasan akan dipegang oleh generasi muda sebagai bagian dari semangat regenerasi.

Maksud dan Tujuan

  1. Merajut kebinekaan aksara, bahasa, dan kebudayaan nusantara melalui perangkat digital untuk keutuhan Indonesia.
  2. Melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan budaya nusantara yang ada di Indonesia melalui perangkat digital.
  3. Memperjuangkan kedudukan budaya nusantara agar sejajar dengan budaya lain di dunia.
  4. Mencegah kepunahan budaya nusantara dengan cara mendigitalisasi sebanyak mungkin obyek kebudayaan nusantara sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan .
  5. Meningkatkan nilai ekonomi dari keanekaragaman budaya di Indonesia dan mengupayakan agar hak dan kekayaan intelektual dari keanekaragaman budaya di Indonesia tersebut tidak beralih ke negara lain.

Program dan Kegiatan

Untuk mencapai maksud dan tujuan di atas, yayasan akan menjalankan kegiatan sebagai berikut:

  1. Menggerakkan segenap potensi untuk menggali, mencari, mengolah, dan mengembangkan kebudayaan nusantara melalui perangkat digital.
  2. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang budaya nusantara kepada masyarakat luas dan dunia international.
  3. Merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan bentuk kegiatan kebudayaan nusantara di tiap provinsi di Indonesia.
  4. Mendigitalisasi sebanyak mungkin obyek kebudayaan nusantara sehingga bisa digunakan dalam perangkat digital baik di Indonesia maupun di dunia international.
  5. Dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sampai (4), Yayasan dapat bekerja sama dengan lembaga lain.